
Kapten Timnas U-22 Malaysia, Ubaidullah Shamsul Fazili, mengajak rekan-rekannya untuk tampil maksimal dalam pertandingan melawan Timnas U-22 Filipina. Pertandingan ini akan menjadi laga perebutan medali perunggu sepak bola putra SEA Games 2025.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kedua tim memiliki cerita yang berbeda sebelum bertemu. Timnas U-22 Malaysia harus memainkan laga perebutan medali perunggu setelah kalah tipis 0-1 dari Thailand di semifinal. Sementara itu, Timnas U-22 Filipina menghadapi laga perebutan medali perunggu setelah dikalahkan Vietnam dengan skor 0-2.
Pertandingan antara Malaysia dan Filipina akan digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, pada Kamis (18/12/2025). Menjelang laga tersebut, Ubaidullah Shamsul Fazili mengungkapkan kekecewaannya karena timnya gagal melaju ke final. Meski begitu, ia menilai performa timnya cukup baik meskipun terpaksa bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-16.
"Kami tentu kecewa karena kebobolan gol yang mudah," ujar Ubaidullah. "Namun secara keseluruhan, saya rasa kami bermain bagus meskipun kekurangan satu pemain. Thailand adalah tim berkualitas."
Menurutnya, sebagian besar pemain Malaysia masih berusia sekitar 19 atau 20 tahun. Ia percaya bahwa masa depan mereka masih terbuka lebar untuk memperbaiki kelemahan yang ada. Kini, medali perunggu menjadi satu-satunya harapan bagi Malaysia untuk mengakhiri puasa medali sejak 2017.
Oleh karena itu, Ubaidullah menegaskan bahwa timnya harus tampil mati-matian tanpa kompromi melawan Filipina. Ia menyatakan bahwa semua kemampuan harus dikerahkan untuk meraih kemenangan.
"Perunggu adalah pilihan terakhir kami. Kami harus mengerahkan semua kemampuan, tidak ada cara lain," kata Ubaidullah. "Kami tidak tahu situasi tim Filipina, apakah ada pemain yang cedera atau siapa yang sudah siap, tetapi kami akan berusaha sebaik mungkin dengan apa yang kami miliki."
Malaysia menghadapi tantangan dalam persiapan mereka untuk SEA Games 2025 karena liga domestik yang sedang berlangsung. Hal ini membuat beberapa pemain pilar tidak bisa bergabung dengan skuad nasional. Namun, Ubaidullah yakin bahwa tantangan tersebut telah membentuk timnya hingga mampu melangkah sejauh ini.
"Tidak ada yang menyangka kami akan lolos ke semifinal. Ketika kami sampai di titik itu, kami hanya memberikan yang terbaik," ujarnya. "Meskipun ada tantangan di dalam tim, kami melihat ini sebagai ujian untuk sesuatu yang lebih baik di masa depan."
Ia juga berharap dapat terus bersama tim dan menikmati momen-momen terakhir SEA Games bersama rekan-rekan setimnya. Meski masih kecewa karena gagal mencapai final, Ubaidullah percaya bahwa medali perunggu tetap bermakna bagi timnya.
"Memenangkan medali adalah impian kami. Tetapi Filipina bukanlah tim yang lemah," katanya. "Mereka memiliki pemain berkualitas yang bermain di luar negeri dan lawan-lawan yang tangguh."
Sejarah mencatat bahwa terakhir kali Malaysia mencapai final adalah pada edisi 2017 di Kuala Lumpur ketika tim yang dipimpin oleh Datuk Ong Kim Swee saat itu meraih medali perak setelah kalah 0-1 dari Thailand. Pada 2021, Malaysia kembali melaju ke fase gugur sebelum kalah 3-4 melalui adu penalti dari Indonesia setelah pertandingan berakhir imbang 1-1.
Medali perunggu terakhir Malaysia di SEA Games diraih pada edisi 2003 dan 2005, masing-masing mengalahkan Myanmar 4-2 melalui adu penalti setelah hasil imbang 1-1 dan Indonesia 1-0.
Komentar
Kirim Komentar