
\naiotrade.CO.ID, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini sedang melakukan verifikasi berlapis terhadap sebanyak 14.403 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang siap beroperasi per tanggal 6 November 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.843 SPPG telah beroperasi, sementara 1.560 lainnya masih dalam proses persiapan operasional.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam penyiapan infrastruktur program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu prioritas nasional.
\nMenurutnya, kecepatan verifikasi dan kesiapan fasilitas di lapangan menjadi faktor utama agar pelayanan gizi dapat segera menjangkau seluruh wilayah sasaran.
\n"Proses verifikasi berjalan secara dinamis dan transparan. Lebih dari 13 ribu calon mitra sudah melalui tahapan validasi, sedangkan sisanya sedang kami pastikan kelayakannya agar sesuai standar pelayanan gizi nasional," ujar Sony.
\nBerdasarkan data dari BGN, tahapan verifikasi dan penyiapan SPPG dilakukan secara berlapis, mulai dari verifikasi pengajuan lokasi oleh verifikator, persiapan oleh calon mitra, verifikasi kesiapan, hingga survei lapangan dan penentuan kelayakan sebelum penetapan resmi SPPG.
\nSetiap tahap memiliki rentang waktu berbeda, antara 2 jam hingga 45 hari, tergantung pada kompleksitas lokasi dan kesiapan sarana prasarana.
\n"Kami ingin memastikan setiap SPPG memiliki standar fasilitas, sumber daya, dan tata kelola yang seragam. Itu sebabnya tahapan verifikasi dijalankan secara berlapis agar tidak ada kompromi terhadap kualitas," kata Sony.
\nDari hasil pemantauan, sebanyak 13.453 calon mitra kini tengah berada pada tahap pembangunan atau renovasi fasilitas SPPG, sementara 344 lokasi sedang menjalani survei lapangan untuk memastikan kesiapan bangunan dan sarana pendukung lainnya.
\nSony menegaskan, verifikasi berlapis ini tidak hanya untuk memenuhi administrasi, tetapi juga memastikan pemerataan akses gizi dan efektivitas implementasi program. Wilayah yang sudah terpenuhi kebutuhan SPPG-nya akan diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan, sedangkan daerah yang masih kekurangan akan menjadi prioritas penambahan.
\n"Kami tidak ingin ada daerah yang berlebih, sementara yang lain belum terlayani. Prinsipnya adalah pemerataan, agar anak-anak di seluruh Indonesia memperoleh layanan gizi berkualitas secara adil," demikian Sony Sanjaya.
Komentar
Kirim Komentar