
Peran perempuan dalam masyarakat sering kali dianggap terbatas pada tugas-tugas rumah tangga, seperti mengelola kebutuhan keluarga dan menjaga kebersihan. Meski aktivitas ini terlihat sederhana, kenyataannya sangat berat dan memerlukan pengorbanan yang besar. Namun, sayangnya masih banyak masyarakat yang memandang pekerjaan ini sebagai sesuatu yang tidak bernilai secara ekonomi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Padahal, di balik tugas-tugas tersebut, perempuan memiliki kontribusi yang sangat penting dalam perekonomian. Mereka menjadi tulang punggung dalam menggerakkan roda ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam ekonomi restoratif.
“Perempuan mengelola sekitar 80 persen kebutuhan rumah tangga dan memiliki pengaruh besar dalam keputusan konsumsi yang berdampak pada lingkungan serta ekonomi keluarga,” ujarnya.
Peran Perempuan Lewat Tanggung Jawabnya Mengurus Rumah Tangga

Melalui pengelolaan kebutuhan rumah tangga dan keputusan konsumsi harian, perempuan turut memengaruhi arah ekonomi keluarga. Jika peran ini diperkuat, maka dampaknya akan lebih luas. Keputusan-keputusan tersebut berimplikasi pada banyak aspek, termasuk stabilitas ekonomi keluarga, kesehatan keluarga di rumah, hingga keberlanjutan sumber daya alam. Artinya, peran perempuan tidak hanya sebatas mengatur urusan domestik, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dalam skala mikro.
Veronica menambahkan bahwa jika peran tersebut diperkuat melalui pemberdayaan yang berkelanjutan, dampaknya akan semakin luas. Fakta ini menunjukkan bahwa ketika perempuan berdaya, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tapi juga meluas ke komunitas dan lingkungan sekitar.
Beberapa faktor yang mendukung peran perempuan dalam perekonomian antara lain:
- Pengambilan keputusan konsumsi: Perempuan sering kali menjadi pengambil keputusan utama dalam pembelian barang dan jasa. Hal ini memberikan pengaruh besar terhadap pola konsumsi dan keberlanjutan sumber daya.
- Manajemen keuangan rumah tangga: Perempuan bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan keluarga, termasuk anggaran bulanan dan penghematan pengeluaran. Ini membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
- Pengembangan keterampilan: Dengan pemberdayaan yang tepat, perempuan dapat meningkatkan keterampilan mereka, seperti keterampilan bisnis atau manajemen, sehingga bisa berkontribusi lebih besar dalam perekonomian.
Selain itu, penguatan ekonomi perempuan juga menjadi bagian krusial dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan. Dengan memberdayakan perempuan, kita tidak hanya memperbaiki kualitas hidup keluarga, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis.
Melihat fenomena ini, pesan penting yang tersirat adalah bahwa pemberdayaan perempuan harus terus didorong. Dengan dukungan dari pemerintah, organisasi masyarakat, dan masyarakat sendiri, perempuan dapat memainkan peran yang lebih besar dalam perekonomian nasional.
Komentar
Kirim Komentar