
Pada hari perdagangan pertama tahun 2026, indeks utama Wall Street mengalami penguatan setelah beberapa sesi yang penuh ketegangan pada akhir tahun 2025. Pergerakan positif ini menunjukkan perbaikan sentimen risiko di pasar keuangan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Berdasarkan laporan terbaru, indeks Dow Jones Industrial Average menguat sebesar 42,7 poin atau 0,09% menjadi 48.105,98. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 32,6 poin atau 0,48% menjadi 6.878,11, dan Nasdaq Composite melonjak 239,5 poin atau 1,03% menjadi 23.481,493. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi di awal tahun baru.
Kenaikan tiga indeks utama tersebut terus berlanjut sepanjang tahun 2025, dengan S&P 500, Dow, dan Nasdaq mencatatkan kenaikan dua digit untuk tahun ketiga berturut-turut. Ini adalah tren yang sebelumnya terjadi antara 2019 hingga 2021. Selain itu, Dow Jones mencatatkan delapan bulan berturut-turut dengan peningkatan, yang merupakan rentetan terpanjang sejak 2017 hingga 2018.
Reli pasar saham didukung oleh minat investor terhadap saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Namun, reli tersebut melambat menjelang akhir tahun 2025, di mana tiga indeks utama mengalami penurunan selama empat sesi terakhir. Hal ini bertentangan dengan ekspektasi "reli Santa Claus", yang biasanya membuat S&P 500 naik selama lima hari perdagangan terakhir bulan Desember dan dua hari pertama di bulan Januari.
Penurunan ini dipimpin oleh saham-saham teknologi, karena investor sedang memperbarui portofolio mereka untuk tahun 2026, dengan harapan bahwa pertumbuhan akan lebih merata di berbagai sektor. Pada hari Jumat, saham-saham besar seperti Nvidia dan Broadcom stabil dalam perdagangan pre market, dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,4% dan 1,5%.
Analisis dari Deutsche Bank menyebutkan bahwa tidak boleh terlalu jauh melakukan ekstrapolasi dari hari perdagangan pertama, karena indikator ini sering kali tidak mencerminkan arah pasar sepanjang tahun. Mereka juga menyoroti bahwa dalam tiga tahun terakhir, S&P 500 sering memulai sesi pertama dengan penurunan tetapi akhirnya mengakhiri tahun dengan kenaikan dua digit.
Wall Street berhasil pulih secara signifikan pada tahun 2025 dari titik terendah April, saat tarif 'Hari Pembebasan' Trump memicu kekacauan di pasar global. Investor mulai kembali mempertimbangkan saham AS, meskipun ada ancaman terhadap pertumbuhan akibat ketidakjelasan suku bunga.
Lintasan kebijakan moneter Federal Reserve akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar global pada tahun 2026. Data ekonomi terbaru dan sikap ketua Fed yang cenderung lunak telah mendorong investor untuk memperhitungkan kemungkinan penurunan lebih lanjut.
Hari ini, pembacaan akhir survei aktivitas ekonomi S&P Global akan dirilis, yang akan memberikan gambaran terkini tentang kondisi ekonomi. Namun, data pasar tenaga kerja minggu depan akan menjadi fokus utama, terutama setelah Ketua Fed Jerome Powell memperingatkan agar tidak melakukan pemotongan suku bunga lebih lanjut sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang lapangan kerja.
Investor juga sedang memantau apakah narasi yang memengaruhi pasar pada tahun 2025 akan terus berlanjut ke tahun baru. Hal ini termasuk pertanyaan tentang kesehatan ekonomi AS dan ancaman kejutan tarif yang terus berkembang dari Presiden Donald Trump.
Komentar
Kirim Komentar