Wapres Venezuela Negasi Hubungan dengan AS untuk Gulingkan Maduro

Wapres Venezuela Negasi Hubungan dengan AS untuk Gulingkan Maduro

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Wapres Venezuela Negasi Hubungan dengan AS untuk Gulingkan Maduro, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penyangkalan Wakil Presiden Venezuela terhadap Laporan Keterlibatan dengan AS

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, secara tegas menyangkal laporan yang menyebut bahwa dirinya dan saudaranya, Jorge Rodríguez, presiden Majelis Nasional Venezuela, berkomunikasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Laporan tersebut disampaikan oleh The Miami Herald, yang menyatakan bahwa keduanya mencoba menawarkan diri sebagai "sosok yang bisa diterima" oleh AS, sebagai alternatif dari pemerintahan Maduro yang dianggap otoriter.

Dalam pernyataannya melalui media sosial Telegram, Rodríguez menulis: "FAKE!! (PALSU). Lagi-lagi ada media yang ikut serta dalam perang psikologis terhadap rakyat Venezuela." Ia juga menambahkan, "Mereka tidak punya moral atau etika."

Di samping itu, Rodríguez membagikan foto dirinya bersama Presiden Maduro, dengan tulisan: "Bersama dan bersatu dengan Presiden Maduro." Pernyataan ini menunjukkan dukungan penuhnya terhadap kepemimpinan Maduro, sekaligus menolak tudingan yang muncul.

Tudingan AS terhadap Maduro

Presiden Nicolas Maduro dituduh oleh AS melakukan kecurangan pemilu dan memimpin kartel narkotika. Tudingan ini dilontarkan oleh pihak AS, yang juga mengirimkan kapal-kapal perang Angkatan Laut AS ke Laut Karibia. Tujuannya adalah operasi anti-narkotika. Sejak awal September, AS telah menghancurkan lima kapal yang diduga membawa narkotika di wilayah Karibia. Dari jumlah tersebut, 27 orang tewas.

Selain itu, Presiden Donald Trump juga mengindikasikan bahwa ia telah mengotorisasi operasi rahasia CIA dan sedang mempertimbangkan serangan darat yang ditujukan pada kartel narkoba di Venezuela.

Laporan dari The Miami Herald

The Miami Herald menyebut bahwa Delcy dan Jorge Rodríguez adalah pemimpin ideologi "chavismo yang lebih pas". Chavismo merupakan ideologi sosialis yang dipelopori oleh mantan Presiden Hugo Chávez dan dilanjutkan oleh Nicolas Maduro.

Menurut laporan tersebut, keduanya menawarkan dua proposal lewat perantara di Qatar. Qatar juga pernah digunakan dalam negosiasi pertukaran tahanan antara Venezuela dan AS. Selain itu, laporan menyebut bahwa tawaran itu telah disetujui oleh Maduro dan melibatkan seorang jenderal pensiunan yang akan memimpin pemerintahan transisi.

Peran Qatar dalam Negosiasi

Qatar menjadi salah satu titik penting dalam hubungan antara Venezuela dan AS. Wilayah ini pernah menjadi tempat negosiasi pertukaran tahanan antara kedua negara. Dengan adanya tawaran yang disampaikan oleh Rodriguez dan saudaranya, kemungkinan besar Qatar akan kembali menjadi pusat komunikasi antara pihak-pihak terkait.

Perspektif Masyarakat dan Politik

Laporan ini memicu reaksi keras dari pihak pemerintah Venezuela. Mereka menilai bahwa tudingan-tudingan semacam ini bertujuan untuk memperkuat opini publik internasional terhadap pemerintahan Maduro. Di sisi lain, tindakan AS yang terus-menerus meningkatkan tekanan militer di Laut Karibia menunjukkan ketegangan yang semakin memburuk.

Selain itu, isu tentang adanya operasi rahasia CIA dan ancaman serangan darat menunjukkan bahwa situasi politik dan keamanan di Venezuela semakin kompleks. Hal ini dapat memengaruhi stabilitas nasional dan hubungan diplomatik antara Venezuela dan negara-negara lain.

Kesimpulan

Meskipun laporan dari The Miami Herald memberikan wacana baru tentang peran Delcy dan Jorge Rodríguez, penyangkalan yang dilakukan oleh pihak Venezuela menunjukkan bahwa mereka tidak ingin terjebak dalam konflik yang semakin rumit. Dengan adanya tudingan dari AS dan tindakan militer yang dilakukan, situasi di Venezuela tetap menjadi perhatian global.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar