
Perselisihan Warung dengan Preman di Pasar Minggu
Warung milik pasangan artis Epy Kusnandar, dikenal sebagai tokoh dalam serial Preman Pensiun, dan Karina Ranau mengalami insiden yang menimbulkan perdebatan dengan sekelompok preman di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Insiden ini berawal dari adanya permintaan pungutan liar (pungli) oleh pihak preman terhadap warung yang sedang beroperasi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dari video yang beredar, tampak jelas adanya pertengkaran antara pemilik warung dan para preman tersebut. Dalam video tersebut, Karina juga terlihat menangis karena kelelahan dan emosi yang memuncak akibat perlakuan tidak menyenangkan yang dialaminya.
Menurut pengakuan Karina, masalah utama adalah cara pihak preman dalam melakukan tindakan mereka. Ia menegaskan bahwa masalah makanan itu sendiri tidak besar, tetapi cara mereka bertindak sangat tidak sopan. "Perkara makanan tuh kecil, tapi caranya. Caranya tidak seperti itu, kami ini tidak numpang di sini capek, kami sampai pagi," ujarnya.
Karina bahkan menyatakan siap beradu dengan preman tersebut jika diperlukan. Ia merasa bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak preman terlalu berlebihan dan seenaknya sendiri. "Kalau preman yang sopan dong. Orang baru juga berjualan baru berusaha udah digangguin. Jangan mentang-mentang preman, sini hadepin saya," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa warung yang dimiliki bukanlah tempat yang menumpang, melainkan membayar sewa seperti halnya tempat-tempat lainnya. "Dari tanggal 2 baru kita buka, cuma caranya itu nggak suka, cara mereka itu. Kita di sini bukan numpang kita bayar, kita capek," ungkap Karina.
Penanganan dari Pihak Berwajib
Sementara itu, Kompol Anggiat Sinambela, Kapolsek Pasar Minggu, mengaku telah melakukan monitoring terhadap video viral yang beredar di media sosial Instagram. Ia menyarankan kepada Epy dan Karina untuk membuat laporan resmi ke polisi agar dapat ditindaklanjuti secara lebih lanjut.
“Sudah monitor. Yang ada di IG (Instagram) belum ada yang datang ke Polsek. Diimbau yang merasa dirugikan supaya datang dan melaporkan ke Polsek,” kata dia.
Perlu Tindakan Konkret
Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya keamanan dan kenyamanan bagi pelaku usaha kecil, terutama di wilayah pasar yang sering kali menjadi target para preman. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan pihak berwajib dapat memberikan tindakan yang lebih tegas terhadap praktik pungli yang selama ini marak terjadi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dan tidak ragu melaporkan kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan. Dengan adanya kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pihak.
Komentar
Kirim Komentar