Waskita Peroleh Kontrak Rp 719 M untuk Sekolah Rakyat di Sumsel

Waskita Peroleh Kontrak Rp 719 M untuk Sekolah Rakyat di Sumsel

Jagat maya sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Waskita Peroleh Kontrak Rp 719 M untuk Sekolah Rakyat di Sumsel. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.


PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali mendapatkan kontrak baru dalam bidang pembangunan infrastruktur pendidikan. Proyek yang diperoleh perusahaan ini bernilai sebesar Rp 719,25 miliar, dengan fokus pada pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Sumatera Selatan. Proyek ini akan dibangun di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Empat Lawang. Seluruh bangunan diharapkan selesai pada tahun depan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, proyek pembangunan SR merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah, terutama dalam upaya mengentaskan kemiskinan. “Kami berkomitmen untuk memberikan fasilitas pendidikan yang memadai agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ini bukanlah proyek pertama yang dikerjakan oleh Waskita Karya dalam pembangunan sekolah rakyat. Sebelumnya, perusahaan telah menyelesaikan proyek serupa di beberapa wilayah Indonesia. Pada pertengahan November 2025, Waskita Karya meraih kontrak senilai Rp 1,23 triliun untuk membangun SR di lima kabupaten di Sulawesi Selatan. Di bulan Desember yang sama, perusahaan juga mendapatkan kepercayaan untuk membangun SR di empat kabupaten dan satu kota di Jawa Timur dengan total nilai mencapai Rp 1,16 triliun. Selain itu, Waskita Karya juga mengerjakan proyek serupa di tiga lokasi di Aceh dengan nilai kontrak sebesar Rp 757,05 miliar.

Untuk proyek SR di Sumatera Selatan, Waskita Karya berupaya mempercepat pengerjaan gedung agar bisa segera digunakan. Namun, proses pengerjaan tetap memperhatikan standar mutu yang berlaku. Keamanan dan kenyamanan pengguna fasilitas menjadi prioritas utama. “Kami juga memastikan bahwa bangunan menggunakan material ramah lingkungan serta metode kerja yang memperhatikan keselamatan dan efisiensi,” tambah Paulus.

Selain itu, Waskita Karya menjalankan prinsip konstruksi berkelanjutan sesuai dengan komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance). Hal ini mencerminkan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Dalam proyek ini, Waskita Karya akan membangun berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, perusahaan juga akan membangun asrama siswa dan guru, kantin, gedung serbaguna, serta sarana ibadah dan olahraga. Dengan adanya fasilitas lengkap ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi para siswa dan tenaga pendidik.

Proyek ini juga menjadi bukti bahwa Waskita Karya tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga berkontribusi dalam memajukan sektor pendidikan di Indonesia. Dengan melibatkan banyak tenaga ahli dan sumber daya yang memadai, Waskita Karya berkomitmen untuk memberikan hasil yang berkualitas dan berdampak positif bagi masyarakat.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar