Xi Jinping Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Capai 5 Persen di 2025

Xi Jinping Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Capai 5 Persen di 2025

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Xi Jinping Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Capai 5 Persen di 2025 menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


Presiden Xi Jinping menyatakan bahwa Tiongkok akan mencapai target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025, setelah menggambarkan tahun ini sebagai "tahun yang luar biasa." Dalam sebuah pertemuan tahunan yang diadakan oleh badan penasihat politik tertinggi negara, Xi mengungkapkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Tiongkok diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen pada tahun ini. Ia menekankan bahwa ekonomi Tiongkok terus berkembang meskipun menghadapi tekanan, dengan fokus pada inovasi dan kualitas, yang menunjukkan ketahanan dan vitalitas yang kuat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

"Ekonomi Tiongkok terus maju di bawah tekanan, bergerak menuju inovasi dan kualitas, menunjukkan ketahanan dan vitalitas yang kuat," ujar Xi dalam pertemuan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok. Ia juga menyebutkan bahwa tingkat pertumbuhan diperkirakan mencapai sekitar 5 persen, yang menjadikannya salah satu ekonomi utama dunia dengan pertumbuhan tertinggi.

Sebelumnya, Xi menyatakan bahwa Tiongkok telah mencapai tujuan ekonomi dan pembangunan tanpa merinci target spesifik. Ekonomi Tiongkok dinilai berkinerja baik pada tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi didukung oleh peningkatan ekspor yang pesat, sehingga memungkinkan perekonomian tetap sesuai rencana tanpa perlu stimulus besar tambahan. Di sisi lain, para produsen meningkatkan nilai tambah produk mereka.

Namun, ada beberapa indikator yang menunjukkan kekhawatiran. Investasi mengalami kontraksi tahunan pertama sejak 1998, sementara pertumbuhan penjualan ritel mencapai laju terburuk di luar masa pandemi. Harga rumah baru juga turun lebih jauh pada bulan November, terbebani oleh krisis properti.

Xi sebelumnya telah menunjukkan toleransi terhadap pertumbuhan yang lebih lambat di beberapa wilayah. Ia bahkan baru-baru ini menyatakan bahwa Tiongkok harus menindak proyek-proyek yang "sembrono", menyoroti fokusnya pada kualitas, bukan kecepatan, dalam pertumbuhan ekonomi.

Aktivitas Pabrik di China Meningkat, Mengakhiri Kemerosotan Terlama dalam Sejarah


Sebelumnya pada hari Rabu, pemerintah merilis data yang menunjukkan bahwa indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) naik menjadi 50,1 pada bulan Desember dari 49,2 pada bulan November, mengakhiri tren kontraksi selama delapan bulan. Peningkatan tersebut dikonfirmasi oleh survei swasta terpisah, yang juga naik di atas angka 50 yang memisahkan ekspansi dan kontraksi.

Pemulihan PMI ini membantu Beijing membenarkan pendekatan bertahapnya dalam mendukung perekonomian sambil menghindari langkah-langkah besar yang sering disarankan oleh para analis di Wall Street sepanjang tahun 2025. Larry Hu, kepala ekonomi China di Macquarie Group, mengatakan bahwa dalam jangka pendek, karena permintaan eksternal yang kuat, para pembuat kebijakan tidak menunjukkan urgensi untuk meningkatkan stimulus. Namun, jika ekspor melambat tajam, Beijing akan meluncurkan stimulus domestik yang lebih besar untuk mengisi kesenjangan tersebut.

Fokus pada Kualitas, Bukan Kecepatan

Pendekatan pemerintah Tiongkok saat ini menekankan kualitas daripada kecepatan dalam pertumbuhan ekonomi. Hal ini tercermin dari upaya mereka untuk menindak proyek-proyek yang dianggap sembrono serta meningkatkan nilai tambah produk-produk lokal. Meski demikian, ada tantangan yang masih dihadapi, seperti krisis properti dan penurunan harga rumah.

Proyeksi Ekonomi Tiongkok di Tahun Mendatang

Meski ada indikasi pemulihan, perekonomian Tiongkok tetap menghadapi tekanan dari berbagai sisi. Pertumbuhan ekspor yang pesat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Namun, jika situasi ini berubah, pemerintah mungkin akan mengambil langkah-langkah lebih agresif untuk memperkuat perekonomian.

Pidato Tahun Baru dan Prospek Ekonomi

Xi Jinping diperkirakan akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai prospek ekonomi terbesar kedua di dunia dalam pidato tahunan Malam Tahun Baru-nya nanti malam. Pidato ini akan menjadi momen penting untuk mengevaluasi kondisi ekonomi Tiongkok dan arah kebijakan yang akan diambil dalam waktu dekat.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Xi Jinping Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Capai 5 Persen di 2025 ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar