10 Ponsel Paling Buruk dalam Sejarah, Termasuk BlackBerry Storm dan iPhone 6

Pasar smartphone kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada 10 Ponsel Paling Buruk dalam Sejarah, Termasuk BlackBerry Storm dan iPhone 6 yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
10 Ponsel Paling Buruk dalam Sejarah, Termasuk BlackBerry Storm dan iPhone 6

Daftar Ponsel yang Dikenal Gagal di Pasaran

Tidak semua produk teknologi berhasil mencapai kesuksesan. Banyak perangkat ponsel, meskipun dirancang dengan inovasi dan keunggulan, justru mengalami kegagalan karena berbagai faktor seperti desain, kualitas, atau fitur yang tidak sesuai harapan pengguna. Berikut ini adalah beberapa contoh ponsel yang sempat menjadi perbincangan karena gagal dalam pasar.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

1. Samsung Galaxy Note 7

Dirilis pada tahun 2016, Galaxy Note 7 awalnya diharapkan menjadi salah satu flagship terbaik dari Samsung. Namun, sejumlah laporan menunjukkan bahwa perangkat ini bisa terbakar secara tiba-tiba. Akibatnya, citra Samsung tercoreng dan perusahaan memutuskan untuk menarik seluruh unit dari pasaran. Hal ini menjadikan Galaxy Note 7 sebagai salah satu produk paling terkenal yang gagal dalam sejarah industri ponsel.

2. HTC Dream (HTC First)

Sebagai salah satu ponsel Android pertama, HTC Dream memiliki potensi besar. Namun, perangkat keras yang lemah dan kompetisi ketat membuatnya cepat tenggelam. Pengguna mengeluhkan performa yang lambat dan desain yang tidak menarik.

3. Amazon Fire Phone

Diluncurkan pada tahun 2014, Amazon mencoba peruntungan dengan sistem operasi Fire OS yang fokus pada layanan Amazon. Sayangnya, absennya dukungan Google Play Store membuat pengguna kecewa. Penjualannya pun anjlok dan produksi dihentikan hanya dalam waktu setahun.

4. BlackBerry Storm

BlackBerry Storm menjadi percobaan pertama BlackBerry untuk masuk ke era layar sentuh. Namun, teknologi layar yang tidak akurat dan respons yang lambat membuat pengguna frustrasi. Alih-alih menjadi pesaing iPhone, produk ini justru mempercepat kejatuhan BlackBerry.

5. Kyocera Echo

Dirilis pada tahun 2011, Kyocera Echo mencoba tampil beda dengan dua layar lipat. Sayangnya, teknologi baterainya belum siap menopang dua layar, membuatnya boros daya dan lambat. Konsep menarik, tapi eksekusinya gagal total.

6. Samsung Galaxy Fold (Generasi Pertama)

Sebagai pelopor ponsel layar lipat modern, Galaxy Fold generasi pertama mendapat banyak sorotan. Namun, beberapa unit dilaporkan mengalami kerusakan pada layar hanya beberapa hari setelah dipakai. Samsung akhirnya menarik produknya dan memperbaikinya sebelum dijual kembali.

7. RED Hydrogen One

RED yang dikenal sebagai produsen kamera profesional mencoba masuk pasar smartphone dengan layar holografik 3D. Sayangnya, teknologi ini justru dianggap gimmick dan tidak fungsional. Desainnya aneh, berat, dan harganya terlalu tinggi untuk fitur yang tidak berguna.

8. iPhone 6

Apple tidak luput dari kegagalan. iPhone 6 dikenal karena masalah “bendgate” — bodinya mudah bengkok hanya dengan sedikit tekanan. Meski tetap laku keras, cacat desain ini mencoreng reputasi Apple dalam hal ketahanan perangkat.

9. HTC EVO 3D

HTC mencoba menawarkan pengalaman baru dengan kamera 3D dan layar 3D tanpa kacamata. Sayangnya, teknologi ini dianggap tidak praktis. Foto dan video terlihat aneh, sementara aplikasi yang mendukung fitur 3D sangat terbatas.

10. V Mobile N8-N

Produk murah dari merek tak terkenal ini jadi bahan olok-olok di komunitas teknologi. Banyak pengguna melaporkan ponsel ini rusak hanya dalam hitungan minggu. Kanal YouTube Unbox Therapy bahkan menunjukkan unitnya mati total hanya lima menit setelah digunakan.

Deretan ponsel ini menjadi bukti bahwa popularitas merek besar tidak menjamin kesuksesan produk. Dalam dunia teknologi, inovasi tanpa perhitungan matang justru bisa menjadi bumerang. Apakah kamu pernah memiliki salah satu ponsel di atas?

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar