Aplikasi AI yang membuat lagu viral seperti mati lampu bahasa Korea

Aplikasi AI yang membuat lagu viral seperti mati lampu bahasa Korea

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Aplikasi AI yang membuat lagu viral seperti mati lampu bahasa Korea yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Tren Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Membuat Lagu

Tren penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah lagu populer ke dalam berbagai bahasa semakin viral di media sosial. Salah satu contohnya adalah lagu “Seperti Mati Lampu” yang dinyanyikan oleh King Nassar. Lagu ini tiba-tiba menjadi populer setelah versi bahasa Korea-nya digunakan sebagai audio latar dalam video edit idol K-Pop.

Fenomena ini menyebar luas di TikTok dan menarik perhatian warganet, meski banyak yang awalnya mengira lagu tersebut dinyanyikan oleh penyanyi asal Korea Selatan. Banyak penggemar K-Pop menggunakan lagu tersebut sebagai background untuk video edit idol favorit mereka.

Belakangan diketahui bahwa lagu tersebut bukan dinyanyikan oleh penyanyi manusia, melainkan merupakan hasil produksi teknologi AI. Prosesnya melibatkan konversi suara dan bahasa menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.

Video dengan audio “Seperti Mati Lampu” versi Korea pertama kali diunggah oleh akun TikTok @lumeo919 pada 13 Desember 2025. Akun tersebut dikenal kerap memproduksi ulang lagu-lagu Indonesia ke dalam bahasa Korea dengan bantuan AI.

Teknologi AI kini tak hanya membantu menulis teks atau membuat gambar, tetapi juga mampu menciptakan musik dan lagu secara otomatis. Dengan memanfaatkan music generator berbasis AI, pengguna dapat membuat lagu lengkap dengan instrumen dan vokal hanya dari perintah teks atau pilihan genre.

Misalnya, YouTube Music pada April lalu menguji coba fitur AI yang memungkinkan kreator membuat musik instrumental gratis. Fitur tersebut bisa menghasilkan trek musik sesuai dengan deskripsi atau prompt yang diberikan, serta musik yang dihasilkan bebas hak cipta ataupun lisensi.

Versi terbaru AI Google, Veo 3 yang dirilis pada Mei juga bisa menghasilkan video dengan audio AI.

Daftar Aplikasi AI untuk Membuat Lagu

Berikut beberapa platform AI yang umum dipakai untuk membuat lagu versi bahasa lain atau meniru karakter suara tertentu:

1. Loudly

Loudly adalah platform musik berbasis AI yang mampu menghasilkan lagu dalam hitungan detik. Melansir laman resminya, platform ini didukung lebih dari 170.000 audio loop terkurasi. Loudly menggunakan mesin playback canggih yang dapat menggabungkan, menyesuaikan, dan mengikuti progresi chord secara real-time, sehingga menghasilkan komposisi yang tetap terdengar musikal dan natural.

Cara penggunaannya sederhana: pilih genre dan beberapa opsi, lalu AI akan langsung membuat lagu. Hasil musik bisa didengarkan, disimpan, atau langsung diunduh.

Fitur utama Loudly: * Pilih genre dan pengaturan untuk membangun lagu
Pembuatan musik cepat dan instan
Simpan dan unduh lagu ke library

2. Soundraw v2

SOUNDRAW v2 adalah platform musik berbasis AI yang berfokus pada peningkatan variasi dan kreativitas lagu. Versi terbaru v2 memungkinkan setiap musik terdengar lebih segar, dinamis, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Fitur utama SOUNDRAW v2: * Gabung berbagai genre: Pengguna bisa memadukan beberapa genre musik sekaligus untuk menciptakan lagu yang lebih unik.
Perpustakaan musik lebih beragam: Koleksi lagu diperluas dengan kualitas yang lebih tinggi dan pilihan yang lebih banyak.
Musik lebih orisinal dan hidup: AI menghasilkan komposisi yang tidak terdengar repetitif atau seragam.
Royalti bebas & fleksibel: Semua lagu bisa digunakan tanpa khawatir hak cipta dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek.
Terintegrasi dengan platform populer: SOUNDRAW mendukung API yang digunakan di Canva, Filmora, dan Captions, sehingga mudah masuk ke alur kerja kreator.

3. AIVA

AIVA (Artificial Intelligence Virtual Artist) adalah platform musik berbasis AI yang dikembangkan sejak 2016 untuk membuat komposisi musik orisinal. AIVA banyak digunakan untuk kebutuhan iklan, gim, film, hingga soundtrack digital.

AIVA mampu menciptakan musik dari nol maupun memodifikasi lagu yang sudah ada, tanpa perlu proses lisensi musik yang rumit. Pengguna cukup memilih preset gaya musik, lalu AI akan menghasilkan komposisi sesuai genre dan kebutuhan, yang masih bisa diedit.

Fitur utama AIVA: * Beragam preset genre dan format musik
Tersedia versi gratis yang fungsional
Bisa mengedit soundtrack
* Mampu memodifikasi atau membuat variasi dari lagu yang sudah ada

4. Ecrett Music

Ecrett Music adalah platform pembuat musik berbasis AI yang memungkinkan pengguna menghasilkan musik royalty-free untuk video YouTube, gim, dan konten digital lainnya. Dengan antarmuka yang sederhana, Ecrett cocok digunakan pemula maupun profesional.

Cara kerjanya mudah: pengguna memilih Scene, Mood, dan Genre, lalu AI akan membuat musik secara otomatis. Menariknya, hasil lagu akan selalu berbeda meski menggunakan pengaturan yang sama. Musik juga bisa dikustomisasi, seperti mengatur melodi, bass, drum, dan backing.

Fitur utama Ecrett Music: * Musik bebas royalti, aman untuk konten
Proses pembuatan lagu sangat sederhana
Bisa mengatur instrumen dan struktur musik
Tersedia versi uji coba sebelum berlangganan
Memiliki beberapa pilihan paket langganan

5. Boomy AI

Boomy AI adalah platform pembuatan musik berbasis kecerdasan buatan. Boomy bekerja dengan cara pengguna memilih gaya musik, lalu AI akan secara otomatis menghasilkan lagu.

Lagu tersebut masih bisa disesuaikan, seperti tempo, instrumen, dan struktur. Setelah selesai, karya dapat langsung didistribusikan ke platform streaming besar seperti Spotify dan Apple Music, sehingga pengguna berpeluang memperoleh royalti.

Boomy bukan pengganti software produksi musik profesional (DAW) karena fitur mixing, sound design, dan kontrol detailnya terbatas.

Fitur utama Boomy: * Tersedia versi gratis dan berlangganan
Lagu bisa diajukan ke platform seperti YouTube dan TikTok untuk monetisasi
Proses pembuatan lagu sangat cepat
* Profil personal untuk menyesuaikan gaya musik pengguna

Di laman resminya, Boomy menggunakan model freemium. Versi gratis memiliki batasan penyimpanan dan rilis lagu. Paket Creator dibanderol sekitar US$9,99 atau setara Rp 167 ribu (kurs Rp16.780 per US$) per bulan, sedangkan paket Pro seharga US$29,99 atau setara Rp 503 ribu per bulan, yang menawarkan penyimpanan tanpa batas dan lisensi komersial.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar