
Tren Teknologi Smartphone yang Mulai Langka di Tahun 2026
Di tahun 2026, industri smartphone terus mengalami perubahan besar dalam desain dan fitur. Seiring dengan perkembangan teknologi, beberapa fitur lama mulai ditinggalkan demi kebutuhan modern seperti ketahanan air, ruang baterai yang lebih besar, dan pengalaman pengguna yang lebih efisien. Berikut adalah lima teknologi smartphone yang semakin sulit ditemukan di pasar.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
1. Jack Audio 3,5 mm, Tinggal Kenangan
Jack audio 3,5 mm kini hampir sepenuhnya hilang dari ponsel flagship dan mulai ditinggalkan di kelas menengah. Produsen lebih memilih desain tanpa lubang demi meningkatkan ketahanan air dan memberi ruang tambahan untuk baterai. Perangkat TWS (True Wireless Stereo) dan earphone nirkabel semakin terjangkau, membuat kebutuhan akan jack fisik semakin berkurang. Meski begitu, bagi para penggemar audio kabel, fitur ini masih terasa sangat dirindukan. Di tahun 2026, jack audio diprediksi hanya bertahan di segmen tertentu saja. HP dengan jack bisa jadi makin langka dan “antik”.
2. Slot SIM Fisik, Bergeser ke eSIM
Tren eSIM diperkirakan menjadi standar baru industri smartphone pada 2026. Slot kartu SIM fisik perlahan dihilangkan untuk menghemat ruang internal perangkat. Dengan eSIM, pengguna bisa ganti operator tanpa harus bongkar kartu. Selain praktis, eSIM juga lebih aman dari risiko pencurian atau kerusakan kartu. Beberapa merek besar bahkan sudah merilis model tanpa slot SIM sama sekali. Dalam waktu dekat, SIM fisik mungkin tinggal cerita.
3. Charger di Dalam Box, Makin Susah Dicari
Membeli HP baru tapi tak dapat charger? Di tahun 2026, ini diprediksi menjadi hal yang sepenuhnya normal. Kebijakan ramah lingkungan membuat banyak produsen memisahkan kepala charger dari paket penjualan. Alasannya, mengurangi limbah elektronik dan mendorong penggunaan aksesori lama. Sayangnya, pengguna baru justru harus keluar biaya ekstra. Tren ini diperkirakan merambah hingga ponsel kelas menengah dan entry-level. Kotak HP pun makin tipis, tapi isinya makin “irit”.
4. Lampu LED Notifikasi, Kalah oleh Layar
Dulu, lampu LED kecil jadi penanda pesan masuk atau baterai penuh. Kini fungsinya digantikan oleh Always-On Display (AOD) yang tampil langsung di layar. Teknologi OLED yang semakin hemat daya membuat AOD lebih efisien tanpa boros baterai. Produsen pun tak lagi perlu menambah komponen LED terpisah. Selain lebih informatif, tampilan AOD juga terasa modern dan estetik. Di tahun 2026, LED notifikasi hampir dipastikan jadi fitur langka.
5. Tombol & Port Fisik, Menuju Era Portless
Tren “portless phone” mulai menguat menjelang 2026. Beberapa konsep ponsel menghilangkan port pengisian dan tombol fisik sama sekali. Pengisian daya sepenuhnya mengandalkan wireless charging, sementara tombol diganti sensor sentuh atau haptik. Tujuannya, meningkatkan ketahanan air dan menyempurnakan desain tanpa celah. Meski belum masif, arah industrinya jelas menuju ke sana. Ke depan, colok kabel dan tekan tombol bisa jadi terasa kuno.
Selain lima fitur di atas, tahun 2026 juga diprediksi diwarnai potensi krisis komponen global. Dampaknya, beberapa ponsel kelas bawah mungkin menurunkan standar kapasitas RAM demi menjaga harga tetap terjangkau. Artinya, desain makin canggih, tapi kompromi tetap ada.
Komentar
Kirim Komentar