
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pengembangan Senjata Laser Berdaya Tinggi di Jepang
Jepang sedang melakukan pengujian coba-coba terhadap sistem senjata laser berdaya tinggi sebesar 100 kilowatt. Sistem ini dirancang untuk melumpuhkan drone dan ancaman udara ringan. Sistem tersebut dipasang di kapal uji JS Asuka yang memiliki bobot seberat 6.200 ton, dan akan menjalani uji coba laut dalam kondisi maritim nyata mulai tahun 2026.
Senjata laser ini dikembangkan oleh Kawasaki Heavy Industries dan telah berada dalam tahap pengembangan sejak tahun 2018. Pada Februari 2023, prototipe sistem telah diserahkan kepada Badan Akuisisi, Teknologi, dan Logistik Jepang (ATLA).
Teknologi yang Digunakan
Sistem ini menggabungkan sepuluh unit laser masing-masing berdaya 10 kilowatt menjadi satu berkas laser 100 kilowatt. Dengan daya terfokus tersebut, laser mampu membakar permukaan logam serta melumpuhkan drone, peluru mortir, dan ancaman udara ringan lainnya. Teknologi yang digunakan adalah fiber laser, yaitu berkas laser dihasilkan dari cahaya yang diperkuat dan difokuskan melalui serat optik solid-state yang mengandung unsur tanah jarang.
Pada tanggal 2 Desember, ATLA menyatakan bahwa sistem laser tersebut telah dipasang di kapal uji JS Asuka setelah kapal itu tiba di salah satu galangan milik Japan Marine United. Sistem itu dikemas dalam dua modul berkubah berukuran 40 kaki.
Keunggulan Sistem Laser
“Selama pasokan daya mencukupi, sistem ini dapat terus menyerang target tanpa kehabisan amunisi,” kata ATLA kepada pejabat setempat, dikutip dari laporan Live Sciece, 19 Desember 2025.
“Sistem tersebut juga memiliki kedalaman magazen yang tidak terbatas, sehingga satu-satunya batas penggunaan adalah ketersediaan listrik,” ujar lembaga tersebut. Selain itu, biaya per tembakan sistem laser ini dinilai jauh lebih rendah dibandingkan sistem pertahanan udara konvensional.
ATLA mengonfirmasi bahwa senjata laser ini telah berhasil melumpuhkan peluru mortir dan wahana udara nirawak dalam uji coba berbasis darat yang dilakukan awal tahun ini.
Uji Coba Laut dan Tantangan yang Dihadapi
Uji coba laut akan menjadi tahap berikutnya untuk menguji kinerja sistem dalam kondisi yang lebih menantang, seperti angin, kelembapan, dan dek kapal yang bergoyang. Sistem juga harus mampu menjaga akurasi bidikan sambil menghadapi hamburan dan pantulan atmosfer.
Meski demikian, ATLA menyebut pengerahan operasional senjata laser ini masih memerlukan waktu bertahun-tahun. Hasil uji coba laut akan digunakan untuk menilai kemungkinan pengembangan laser yang lebih kuat, termasuk potensi pemanfaatannya untuk mencegat rudal di masa depan.
Perkembangan Teknologi Senjata Laser di Dunia
Dengan pengembangan ini, Jepang bergabung dengan Amerika Serikat, Prancis, Jerman, dan Inggris sebagai negara yang diketahui mengembangkan senjata energi terarah. Tiongkok juga diduga mengembangkan teknologi serupa setelah pada 2024 beredar foto sistem laser di kapal angkut amfibi miliknya.
Menurut Naval News, satu-satunya pengerahan sistem laser berbasis laut yang telah dijadwalkan secara terbuka adalah pada kapal yang dilengkapi sistem pertahanan Aegis pesanan Kementerian Pertahanan Jepang, yang diperkirakan mulai beroperasi setelah 2032.
Komentar
Kirim Komentar