Pesawat Tempur Baru TNI AU, Mulai dari Rafale, J-10C hingga Airbus A400M

Pesawat Tempur Baru TNI AU, Mulai dari Rafale, J-10C hingga Airbus A400M

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Pesawat Tempur Baru TNI AU, Mulai dari Rafale, J-10C hingga Airbus A400M yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kekuatan Udara Indonesia yang Semakin Tangguh

Peningkatan kemampuan alutsista menjadi prioritas utama pemerintah dalam memperkuat pertahanan udara nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pesawat baru dengan kemampuan tempur dan angkut strategis sedang dalam proses produksi dan pengiriman untuk memperkuat armada TNI Angkatan Udara (TNI AU). Pesawat-pesawat ini akan menjadi tulang punggung kekuatan udara Indonesia di masa depan.

Pesawat Tempur Rafale dari Prancis

Salah satu pesawat yang menjadi perhatian adalah Dassault Rafale, pesawat tempur multirole asal Prancis. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah menandatangani kontrak pembelian 42 unit pesawat tempur Rafale produksi Dassault Aviation, yang akan tiba secara bertahap mulai awal 2026.

Sebelumnya, tahap pertama sebanyak 6 unit Rafale telah efektif sejak September 2022, diikuti 18 unit pada Agustus 2023, dan 18 unit terakhir pada Januari 2024. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M Tonny Harjono menyatakan bahwa tiga unit awal Rafale akan dikirim dari Prancis dan tiba di Indonesia sekitar Februari-Maret 2026.

Proses pelatihan pilot dan teknisi TNI AU juga sedang berjalan di Prancis. "Jadi, kita sedang bersiap untuk menerima kedatangan pesawat Rafale, pesawat buatan Prancis. Rencananya antara Februari atau Maret, kita akan menerima batch pertama tiga pesawat dulu," kata Tonny.

Rafale memiliki spesifikasi yang sangat canggih. Pesawat ini dilengkapi kokpit dengan hands-on throttle and stick control (HOTAS), sehingga pilot dapat melakukan tindakan sebanyak mungkin tanpa harus melepaskan tangannya dari tongkat kendali atau tuas pendorong. Ukuran pesawat ini mencapai panjang 15,30 meter, lebar sayap 10,90 meter, dan tinggi 5,30 meter. Kecepatan maksimalnya mencapai 1,8 mach atau 750 knot, dengan ketinggian maksimal hingga 15,24 kilometer.

Selain itu, Rafale dilengkapi sejumlah persenjataan canggih seperti rudal MICA, Sidewinder, ASRAAM, AMRAAM, Apache, AS30L, ALARM, HARM, Maverick, Exocet/AM39, Penguin 3, dan Harpoon. Pesawat ini juga dilengkapi SCALP, rudal jelajah udara-ke-darat dengan jangkauan lebih dari 300 km. Untuk misi strategis, Rafale dapat mengirimkan rudal nuklir MBDA.

Pesawat Tempur Chengdu J-10C dari China

Selain dari Prancis, Indonesia juga membuka peluang pengadaan pesawat tempur dari China, yakni Chengdu J-10C. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyatakan bahwa pemerintah masih melakukan evaluasi teknis dan negosiasi terkait kemungkinan pembelian jet tersebut.

"Kalau memang kita evaluasi, pesawat ini bagus, ya memenuhi kriteria yang kita tetapkan, apalagi harganya murah, ya kenapa tidak," ujar Donny.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga memberikan sinyal bahwa pesawat tersebut sebentar lagi akan terbang di langit Jakarta. "Sebentar lagi (J-10 C) terbang di Jakarta," katanya.

Chengdu J-10C memiliki spesifikasi umum seperti panjang 16,9 meter dan rentang sayap 9,7 meter. Pesawat ini bermesin WS-10B dengan thrust vectoring dan kecepatan maksimum sekitar 2.400 kilometer/jam. Jangkauan tempurnya mencapai 1.850 km, serta dilengkapi radar AESA dan sistem peperangan elektronik modern.

Pesawat Angkut Berat Airbus A400M

Selain pesawat tempur, TNI AU juga akan mendapatkan tambahan kekuatan strategis dari pesawat angkut berat Airbus A400M. Pesawat pertama dijadwalkan tiba di Indonesia pada 3 November 2025, dan akan diserahkan oleh Menteri Pertahanan ke pihak TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Pesawat angkut berat ini memiliki spesifikasi umum seperti panjang 45,1 meter, lebar sayap 42,4 meter, dan tinggi 14,7 meter. Kecepatan maksimumnya mencapai 780 km/jam dengan daya jangkau hingga 8.900 km nonstop. Kapasitas muatan hingga 37 ton dan bisa membawa 116 prajurit bersenjata lengkap atau 2 helikopter ringan.

Airbus A400M juga dilengkapi kemampuan air refueling (tanker), yang akan memperkuat kemampuan logistik TNI AU, terutama dalam misi kemanusiaan, operasi militer non-perang, dan evakuasi di wilayah kepulauan terpencil.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar