Eduardo Perez Ungkap 3 Kekecewaan! Persebaya Kalah Telak dari Persija di GBT

Eduardo Perez Ungkap 3 Kekecewaan! Persebaya Kalah Telak dari Persija di GBT

Dunia olahraga tengah memanas hari ini. Terkait Eduardo Perez Ungkap 3 Kekecewaan! Persebaya Kalah Telak dari Persija di GBT, para fans tentu sudah menanti kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kekalahan Persebaya Surabaya dari Persija Jakarta

Kekalahan Persebaya Surabaya dari Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu (18/10) malam menyisakan kekecewaan mendalam. Pelatih Eduardo Perez secara jujur mengakui ada tiga momen apes yang membuat Green Force tumbang 1-3 di kandang sendiri.

Menurut Perez, laga tersebut sejatinya berjalan seimbang dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Namun, detail kecil dan situasi tertentu di lapangan justru menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.

“Kadang hasil pertandingan ditentukan oleh beberapa situasi, bola mati, penalti, atau satu tembakan. Jadi kami tahu apa yang harus diperbaiki,” ucap Eduardo Perez.

Dia menegaskan, tiga momen itulah yang menjadi sumber petaka bagi timnya di GBT. Pelatih asal Spanyol itu menyebut gol pertama Persija terjadi karena situasi bola mati yang gagal diantisipasi lini belakang Persebaya Surabaya. Konsentrasi pemain sedikit menurun, dan lawan mampu memanfaatkannya dengan efisien.

Momen apes kedua datang ketika timnya diganjar penalti yang membuat mental pemain sedikit terguncang. Perez menilai seharusnya para pemain bisa lebih tenang dalam mengantisipasi tekanan di area berbahaya.

Sementara momen ketiga muncul lewat tembakan jarak jauh Persija yang berbuah gol meski sebenarnya situasi sudah terkendali. Perez menyebut hal-hal kecil seperti ini kerap menentukan hasil akhir di sepak bola modern.

Dia menilai duel Persebaya Surabaya kontra Persija bukan sekadar soal hasil, melainkan juga soal mentalitas menghadapi tekanan besar. Kedua tim tampil sama kuat dan punya peluang yang sama untuk menang, hanya saja tim tamu lebih efektif memanfaatkan peluang.

“Bagi saya, ini pertandingan antara dua tim yang sama-sama ingin menang. Tapi tentu saja, kemenangan sering ditentukan oleh detail kecil,” kata Perez dengan nada reflektif.

Meski kecewa, Perez tidak ingin berlarut dalam hasil negatif tersebut. Dia menegaskan kini fokus utamanya adalah membangkitkan motivasi pemain untuk laga berikutnya.

Menurut dia, momen-momen apes di laga melawan Persija bisa menjadi pelajaran penting agar Persebaya Surabaya lebih matang dalam mengantisipasi situasi kritis. Setiap kekalahan, bagi Perez, adalah bahan evaluasi untuk tumbuh lebih kuat.

“Sekarang kami harus kembali bersatu. Hari ini kami sedih karena tidak bisa memberikan kemenangan kepada suporter, tapi mulai besok kami harus berpikir positif dan bekerja keras untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Perez.

Perez juga menanggapi pertanyaan seputar keputusan rotasi pemain yang cukup menyita perhatian, termasuk keputusannya menurunkan Gali Freitas sejak awal. Keputusan itu sepenuhnya berdasar hasil evaluasi latihan, bukan faktor eksternal.

Pelatih berusia 48 tahun tersebut ingin semua pemain memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dia percaya rotasi bisa menjaga ritme tim tetap kompetitif sepanjang musim panjang Super League 2025/2026.

Sementara itu, pemain belakang Persebaya Surabaya Leo Lelis mengakui pertandingan melawan Persija berlangsung dengan intensitas tinggi dan tensi emosional yang besar. Laga tersebut mencerminkan kualitas dua tim besar di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

“Kami kurang beruntung hari ini karena tidak bisa membawa tiga poin pulang,” ujar Lelis seusai laga dengan ekspresi kecewa.

Dia menilai para pemain sudah berjuang maksimal meski hasil akhir belum berpihak. Bek asal Brasil itu juga menyampaikan apresiasinya kepada suporter yang tetap memberi dukungan penuh di tribun GBT. Namun, ia menegaskan di lapangan pemain hanya fokus menjalankan strategi dan instruksi pelatih.

“Saya tidak mendengar apa pun dari tribune karena fokus pada permainan. Kami berusaha bermain sesuai gaya kami dan mencari ruang yang tersedia di lapangan,” tambah Lelis.

Kekalahan dari Persija menjadi pengingat keras bagi Persebaya Surabaya detail kecil bisa mengubah segalanya. Meski tampil dominan di beberapa momen, Green Force harus mengakui keunggulan Macan Kemayoran yang lebih efektif menuntaskan peluang.

Eduardo Perez kini menuntut pasukannya segera move on dari hasil pahit di GBT. Dia ingin timnya menjadikan tiga momen apes tersebut sebagai motivasi untuk bangkit dan tampil lebih solid di laga selanjutnya.

Dengan nada optimistis, Perez menegaskan Persebaya Surabaya masih punya potensi besar untuk bersaing di papan atas jika mampu menjaga konsentrasi dan fokus dalam setiap pertandingan. Kekalahan ini memang menyakitkan bagi Bonek dan seluruh pendukung setia Green Force.

Namun, dengan semangat kebersamaan dan evaluasi tajam dari pelatih, Persebaya Surabaya bertekad mengubah momen apes di GBT menjadi bahan bakar untuk kebangkitan.

Kesimpulan: Jangan lewatkan aksi atlet/tim kebanggaan Anda. Nantikan terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar