
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kutipan yang Menginspirasi
Kutipan dari Presiden pertama Indonesia, Bapak Ir. Soekarno, "Gantungkan cita-citamu setinggi langit" sangat terkenal hingga saat ini. Kalimat ini menjadi wejangan yang dipegang teguh dalam menempuh pendidikan. Maksudnya adalah untuk membangkitkan semangat belajar dan tidak membatasi diri dengan mimpi yang ada. Ini juga sesuai dengan pepatah "tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina", yang mengajarkan bahwa ilmu itu penting untuk dicari sejauh-jauhnya.
Setiap orang pasti memiliki cita-cita, dan setiap orang bisa bercita-cita menjadi apa saja yang diinginkan. Salah satu syarat utama untuk mencapai cita-cita tersebut adalah dengan belajar secara giat dan penuh semangat. Namun, bagaimana seseorang bisa semangat jika sekolahnya jauh, guru yang mengajar tidak ada, dan fasilitas sekolah tidak layak?
Kondisi Pendidikan di Daerah Pedalaman
Ini adalah gambaran nyata dari potret pendidikan di daerah pedalaman, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Indonesia. Di tempat-tempat seperti ini, anak-anak seringkali kesulitan mendapatkan akses pendidikan yang layak. Tidak hanya jarak yang jauh, tetapi juga kurangnya tenaga pengajar dan fasilitas sekolah yang tidak memadai.
Sebuah perjuangan besar bagi anak-anak untuk meraih cita-cita mereka. Padahal, mendapatkan pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 31, yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
Kisah Angkasa
Angkasa (RendyKjaernett) sedang duduk galau di dalam sebuah bus yang melaju menuju Tanah Toraja. Tujuannya adalah menjadi guru relawan di daerah Ollon. Hati Angkasa dianggap mulia karena ia rela menempuh perjalanan jauh dari Jakarta demi mengajar anak-anak di Ollon. Namun, ternyata tujuan utamanya bukan murni ingin mengabdikan diri sebagai guru relawan, melainkan sebagai pelarian atas masalah pribadi yang sedang dialaminya, khususnya dengan Lembayung (Rachel Natasya), sang tunangan.
Apakah langkah yang diambil Angkasa bijak dan tepat? Bisakah ia fokus mengajar anak-anak di sana?
Masalah Pendidikan di Ollon
Di Ollon, kondisi pendidikan cukup sulit. Kelas Jauh, yang merupakan salah satu bentuk pendidikan di daerah terpencil, memiliki jarak yang jauh dan jumlah murid yang sangat sedikit, hanya enam orang. Materi yang diajarkan pun masih tertinggal jauh dari standar yang seharusnya.
"Sebabnya tidak ada guru yang bertahan mengajar di sini, Pak. Cuma beberapa minggu saja!" ujar Mega, salah satu siswa kelas jauh. Hal ini menunjukkan bahwa masalah utama di sini adalah ketidakstabilan tenaga pengajar.
Selain itu, kondisi bangunan sekolah yang seadanya juga menjadi tantangan. "Masyarakat ingin memperbaiki sekolah, Pak. Tapi kalau guru yang mengajar sebentar, kan percuma," kata Alun, pendamping Angkasa selama di Ollon. Ia menjelaskan bahwa perbaikan hanya dilakukan jika ada guru yang betah mengajar.
Tantangan Besar bagi Angkasa
Bagi Angkasa, ini adalah tantangan besar. Sebelumnya, ia tinggal di Jakarta, kota besar dengan segala kemudahan. Kini, ia harus beradaptasi dengan lingkungan yang jauh berbeda. Listrik dibatasi, jaringan internet sulit, sehingga untuk menelpon saja harus diam-diam masuk ke dalam gereja.
Namun, perlahan-lahan, Angkasa mulai beradaptasi dengan lingkungan dan keenam muridnya, yaitu Karno, Harto, Habi, Mega, Wahid, dan Bambang. Nama-nama ini diambil dari presiden Republik Indonesia, harapan agar kelak ada pemimpin besar dari Ollon.
Permasalahan Baru
Setelah semua berjalan lancar, tiba-tiba muncul permasalahan besar: Kelas Jauh akan ditutup. Apakah yang dilakukan Angkasa agar sekolah Ollon tetap dibuka? Ini menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab.
Solata: Teman adalah Keluarga yang Kita Pilih
Solata, dalam bahasa Toraja, berarti teman. Namun, maknanya lebih luas lagi. Di film ini, Solata artinya teman adalah keluarga yang kita pilih. Di Sulawesi Selatan, makna teman sangat kuat. Awalnya berteman, namun akhirnya jadi saudara.
Angkasa merasakan hal ini ketika warga Ollon menyambutnya dengan hangat dan membuka tangan lebar. Ia merasa malu mengingat niat awalnya datang ke Ollon. Film ini disutradarai oleh Ichwan Persada dan skenario ditulis oleh Arai Amelya. Film ini terinspirasi dari keresahan sosial dan dunia pendidikan di Indonesia.
Film ini juga menyentuh isu anak putus sekolah dan tuntutan anak untuk membantu orang tua. Menurut data Goodsats, Provinsi Sulawesi Selatan termasuk dalam lima besar daerah dengan jumlah anak yang putus sekolah mencapai 32.584 jiwa.
Pengalaman Menonton Film Solata
Saya sangat menikmati film Solata. Ini karena saya merasa pulang ke tanah kelahiran dengan logat-logat Makassar yang hadir di sepanjang film, termasuk keindahan Ollon. Lebih seru lagi, saya menonton screening bersama teman-teman KOMIK. Kami merasa nyambung dengan tema film, yaitu arti Solata itu teman adalah keluarga yang kita pilih.
Arai Amelya, teman blogger dan anggota KOMIK, membutuhkan waktu dua tahun untuk menulis cerita film Solata ini. Film ini sudah tayang sejak 6 November 2015, tepat menjelang Hari Guru Nasional 25 November.
Semoga melalui film Solata ini, semua pihak terbuka mata. Agar fasilitas pendidikan semakin merata dan meningkat di seluruh Indonesia. Dengan demikian, semua anak Indonesia dapat belajar dengan nyaman dan semangat mengejar cita-citanya. Termasuk meningkat juga kesejahteraan para guru di pelosok Indonesia. Aamin...
Komentar
Kirim Komentar