
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kompetisi Basket U-21 EPC 2025 Kembali Digelar dengan Peningkatan Peserta
Turnamen basket usia di bawah 21 tahun (U-21) yang bertajuk Elite Pro Championship (EPC) kembali hadir. Setelah sukses pada edisi pertamanya, kini EPC 2025 akan digelar dengan lebih banyak peserta dan format yang lebih menarik. Turnamen ini diselenggarakan oleh Dewa United Banten dan akan berlangsung dari tanggal 22 Oktober hingga 9 November 2025.
EPC 2025 menggunakan sistem round robin di mana setiap tim akan saling bertanding satu sama lain. Dua tim teratas dalam babak penyisihan akan bertemu di final, dengan skema tiga tim terbaik yang akan berlaga dalam pertandingan puncak.
Daftar Tim Peserta yang Semakin Berkembang
Tahun ini, jumlah peserta EPC 2025 meningkat dibandingkan edisi sebelumnya. Terdapat enam tim yang ikut serta, termasuk beberapa tim junior dari Liga Basket Indonesia (IBL). Beberapa nama yang terlibat antara lain Galaxy Stars Basketball, GO Jakarta Basketball, THI West Brothers, Pacific Caesar Surabaya, dan Rajawali Medan.
Dewa United Banten (DUB) juga turut serta dalam kompetisi ini. Wijaya Saputra, Manajer Umum DUB, menyampaikan bahwa EPC bertujuan sebagai wadah bagi pemain muda yang mungkin tidak terlihat di IBL atau luar IBL. Menurutnya, turnamen ini menjadi ajang untuk mengidentifikasi bakat-bakat baru di kalangan pemain muda.
“EPC ini sebagai wadah untuk pemain-pemain muda yang mungkin di IBL atau di luar IBL tidak terpantau. Nantinya kami bisa menyaring bakat-bakat yang ada di luar sana,” ujarnya dalam jumpa pers di Dewa United Arena, Pagedangan, Banten.
Perubahan Format dan Kategori Pertandingan
Pada edisi kali ini, EPC 2025 hanya memperkenalkan kategori U-21 saja. Tidak ada lagi kategori U-16 seperti yang terjadi pada tahun lalu. Wijin, sapaan akrab Wijaya Saputra, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena pertimbangan jadwal dan waktu. Ia mengatakan bahwa tahun depan mungkin akan ada penambahan jumlah tim.
“Pertimbangannya hanya enam tim karena juga mengingat waktunya. Mungkin bentrok dengan jadwal-jadwal lainnya. Kami ada enam tim dulu. Kami belajar lagi, kami rapikan lagi. Siapa tahu edisi berikutnya bisa 10 tim,” tambahnya.
Sebelumnya, EPC 2024 hadir dengan dua kategori, yaitu U-21 dan U-16. Kategori U-16 dijadikan sebagai eksibisi dan diikuti oleh beberapa tim seperti Aras Gading Muda, Victoria Basketball, Phoenix-G Basketball, CGR Jakarta, dan Warriors Jakarta.
Kerja Sama dengan Brand Ambassador
Untuk semakin memperkuat daya tarik EPC 2025, Dewa United menggandeng Lester Prosper, seorang pemain naturalisasi Timnas Basket Indonesia, sebagai brand ambassador. Lester, yang telah memperkuat Dewa United Banten sejak 2023, merasa senang bisa terlibat dalam turnamen ini.
Menurutnya, EPC 2025 adalah kesempatan yang baik bagi pemain muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka di ajang nasional. Ia berharap melalui EPC, para pemain dapat berkembang lebih jauh.
“Saya pikir ini merupakan kesempatan yang bagus bagi para pemain generasi muda untuk tampil di ajang nasional. Saya berharap dengan mengikuti EPC ini, para pemain bisa lebih berkembang,” katanya.
Kesimpulan
EPC 2025 bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah penting untuk pengembangan bakat muda di bidang basket. Dengan partisipasi tim-tim ternama dan dukungan dari para tokoh olahraga, EPC 2025 diharapkan mampu menciptakan generasi pemain basket yang lebih berkualitas dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Komentar
Kirim Komentar