Persebaya Surabaya Jadi Klub Kedua Paling Sering Didenda, Total Denda Liga Nyaris Rp 3 Miliar

Persebaya Surabaya Jadi Klub Kedua Paling Sering Didenda, Total Denda Liga Nyaris Rp 3 Miliar

Kabar lapangan tengah memanas hari ini. Terkait Persebaya Surabaya Jadi Klub Kedua Paling Sering Didenda, Total Denda Liga Nyaris Rp 3 Miliar, para fans tentu sudah menanti kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.

Persebaya Surabaya Dikenai Denda Rp 405 Juta, Menjadi Klub dengan Sanksi Finansial Kedua Terbesar

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Persebaya Surabaya menghadapi situasi yang cukup berat dalam pekan ke-14 Super League 2025/2026. Klub asal Surabaya ini harus menerima denda sebesar Rp 405 juta dari Komite Disiplin PSSI. Angka tersebut membuat Persebaya menjadi klub dengan sanksi finansial terbesar kedua di liga setelah PSM Makassar.

Dalam beberapa bulan terakhir, Persebaya Surabaya sering kali mendapat hukuman dari Komdis PSSI akibat berbagai pelanggaran selama pertandingan. Beberapa insiden seperti penyalaan petasan, pelemparan benda-benda, dan kerusuhan di stadion menjadi alasan utama pemberian denda.

Pelanggaran yang Mengakibatkan Denda Besar

Salah satu insiden terparah terjadi saat Persebaya melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo pada 22 November 2025. Dalam pertandingan tersebut, komite disiplin memberikan denda sebesar Rp 250 juta kepada Persebaya karena beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh suporter.

Beberapa pelanggaran yang menyebabkan denda antara lain:

  • Penyalaan petasan sebanyak enam kali dari Tribun Utara, yang mengakibatkan denda sebesar Rp 120 juta.
  • Pelemparan botol air minum, roti, dan paper roll pada menit ke-63, yang membuat Persebaya didenda Rp 30 juta.
  • Kerusuhan di area Tribun Barat, Utara, dan Selatan yang menyebabkan korban luka, sehingga Persebaya dikenai denda Rp 40 juta.
  • Masuknya suporter ke area pinggir lapangan setelah pertandingan usai (pitch invasion), yang mengakibatkan denda tambahan sebesar Rp 60 juta.

Selain itu, Arema FC juga menerima denda sebesar Rp 80 juta karena tujuh pemain dan satu ofisial mereka menerima kartu kuning dalam pertandingan tersebut.

Denda Tambahan di Pekan Ke-14

Pekan ke-14 tidak hanya membawa permasalahan dari laga melawan Arema FC, tetapi juga dari pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 28 November 2025. Dalam pertandingan tersebut, empat pemain dan satu ofisial Persebaya menerima kartu kuning, sehingga mengakibatkan denda tambahan sebesar Rp 50 juta.

Total denda yang telah dibayar Persebaya Surabaya sejak awal musim hingga pekan ke-14 mencapai Rp 405 juta. Angka ini menjadikannya sebagai klub dengan sanksi finansial terbesar kedua di Super League 2025/2026.

Daftar Klub dengan Denda Besar

Sejauh ini, daftar klub dengan denda besar terus bertambah. Berikut adalah beberapa klub yang mendapat sanksi finansial:

  • PSM Makassar: Rp 420 juta
  • Persebaya Surabaya: Rp 405 juta
  • Persija Jakarta: Rp 350 juta
  • Persik Kediri: Rp 260 juta
  • Arema FC: Rp 255 juta
  • Persijap Jepara: Rp 205 juta
  • Bhayangkara FC: Rp 195 juta
  • Persib Bandung: Rp 185 juta
  • Madura United: Rp 180 juta
  • Malut United: Rp 115 juta
  • Persis Solo dan Persita Tangerang: masing-masing Rp 105 juta
  • Dewa United dan PSIM Yogyakarta: masing-masing Rp 100 juta
  • Bali United: Rp 80 juta
  • Semen Padang: Rp 70 juta
  • Borneo FC: Rp 50 juta

Satu-satunya klub yang tidak menerima denda hingga pekan ke-14 adalah PSBS Biak.

Total Denda Liga Mendekati Rp 3 Miliar

Jika dijumlahkan, total denda yang diberikan oleh Komdis PSSI kepada seluruh klub peserta Super League 2025/2026 mencapai Rp 2.980.000.000. Rata-rata denda per klub berada di kisaran Rp 165 juta, angka yang menunjukkan betapa mahalnya harga pelanggaran disiplin di tengah ketatnya pengawasan Komdis PSSI.

Bagi Persebaya Surabaya, catatan denda sebesar Rp 405 juta menjadi alarm serius di tengah ambisi untuk bersaing di papan atas. Konsistensi performa di lapangan kini harus diimbangi dengan kedisiplinan agar boncos denda tidak terus membayangi perjalanan musim ini.

Kesimpulan: Dukung terus atlet/tim kebanggaan Anda. Nantikan terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar