
Prediksi Pergerakan Harga Emas untuk Minggu Ini
Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan pekan lalu. Pada Jumat (7/11/2025), harga emas di pasar spot ditutup di US$ 4.001/troy ons, naik 0,6% dibandingkan hari sebelumnya. Namun, sepanjang perdagangan pekan lalu, harga emas membukukan koreksi tipis 0,04% secara point-to-point. Meskipun demikian, koreksi tersebut cukup untuk membuat harga emas mengalami penurunan mingguan selama dua pekan beruntun.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Lantas bagaimana kira-kira pergerakan harga emas untuk pekan ini? Apakah bisa turun lagi atau mampu bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 69. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Sementara indikator Stochastic RSI ada di 38. Masih menghuni area jual (short) yang kuat. Sedangkan indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 150. Menunjukkan bahwa volatilitas harga emas sepertinya akan tinggi.
Untuk perdagangan minggu ini, harga emas sepertinya masih akan bergerak sideways. Kenaikan dan penurunan rasanya akan terjadi dalam rentang terbatas, seperti yang terjadi pekan lalu. Target resisten terdekat ada di US$ 4.074/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.153/troy ons. Kalau harga emas turun lagi, maka target support terdekat ada di US$ 3.937/troy ons. Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 3.840/troy ons.
Sentimen Penggerak Harga Emas
Pekan ini, terdapat beberapa sentimen yang bisa menggerakkan harga emas. Pertama adalah perkembangan di Amerika Serikat (AS). Pemerintahan Presiden Donald Trump masih mengalami penutupan sementara alias shutdown. Ini menjadi shutdown pemerintahan terlama dalam sejarah modern Negeri Paman Sam.
Universitas Michigan melaporkan, sentimen konsumen di AS turun pada November. Berdasarkan pembacaan awal, indeks sentimen konsumen pada November adalah 50,3. Ini menjadi yang terlemah kedua sejak 1978. Sub-indeks kondisi ekonomi saat ini berada di 52,3. Ini menjadi rekor terendah sepanjang sejarah pencatatan.
Shutdown pemerintahan menjadi beban pikiran konsumen. Bayang-bayang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan sulitnya mendapat pekerjaan menjadi kekhawatiran besar. “Konsumen merasakan tekanan terhadap keuangan mereka. Konsumen juga mengantisipasi bahwa pasar tenaga kerja akan terus melemah sehingga akan mempengaruhi kehidupan pribadi mereka,” tegas Joanne Hsu, direktur survei tersebut, dalam keterangan tertulis.
Konsumen cemas bakal menjadi pengangguran. Sebanyak 71% responden memperkirakan angka pengangguran bakal naik. “Konsumen mencemaskan terhadap kemungkinan kehilangan pekerjaan. Ini menjadi yang tertinggi sejak Maret,” lanjut Hsu.
Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat terjadi turbulensi, biasanya emas menjadi pilihan pelaku pasar untuk menyelamatkan portofolio mereka.
Sentimen berikutnya adalah arah kebijakan moneter, terutama di AS. Sepertinya investor kian tidak yakin bahwa bank sentral Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan dalam rapat bulan depan. Mengutip CME FedWatch, probabilities Federal Funds Rate turun 25 basis poin menjadi 3,5-3,75% pada rapat Desember adalah 66,8%. Sebulan lalu, kemungkinannya masih 81%. Adapun peluang suku bunga acuan bertahan di 3,75-4% adalah 33,35%. Sebulan lalu, angkanya hanya 18,1%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tidak turun.
Komentar
Kirim Komentar