PSSI diharapkan dapat menemukan pelatih timnas Indonesia yang memiliki kualitas lebih baik dibanding Patrick Kluivert. Pengalaman selama masa jabatan Kluivert menjadi pelajaran penting bagi PSSI dalam memilih pelatih untuk tim nasional.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menunjuk Kluivert pada Januari 2025 sebagai pengganti Shin Tae-yong, yang sebelumnya bekerja sangat mengesankan. Namun, pergantian pelatih di tengah Kualifikasi Piala Dunia 2026 terbukti tidak efektif bagi misi Indonesia dalam ajang bergengsi tersebut.
Kluivert "membawa" tim Garuda tampil buruk di putaran keempat saat kalah 2-3 dari Arab Saudi dan 1-0 dari Irak. Selain itu, performa timnya di lapangan juga tidak memuaskan. Di luar lapangan, perilaku Kluivert juga menuai kritik.
Sejak awal ditunjuk sebagai pelatih pada awal Januari, Kluivert menunjukkan ketidakinginan untuk tinggal lama di Indonesia. Ia langsung pulang beberapa hari setelah menandatangani kontrak dengan PSSI, kemudian kembali ke Indonesia pada Februari. Ia juga tidak menghabiskan waktu lama di sini dan baru kembali menjelang jeda internasional Maret.
Kurangnya komitmen Kluivert untuk menyatu dengan sepak bola Indonesia semakin terlihat setelah tersingkir dari putaran keempat di Arab Saudi. Fans di King Abdullah Sports Center menyesali sikap Kluivert yang tidak mau mendatangi suporter di tribun. Para pemain dipimpin oleh kapten Jay Idzes memberikan salut kepada suporter Merah Putih di tribun, sementara Kluivert cs berdiam di bench.
Selain itu, ayah Justin Kluivert tersebut juga langsung pulang ke Belanda setelah laga kontra Irak. Ia tidak muncul di negara ini untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya di hadapan publik Tanah Air. Kluivert langsung pulang ke Belanda, dan pemecatan oleh PSSI pada minggu lalu dilakukan secara "in absentia", tanpa sang pelatih ada di sini untuk mendengarkan vonisnya.
Perbedaan pendekatan Kluivert jauh berbeda dengan Shin Tae-yong yang menangani timnas Indonesia pada 2020-2025. Shin Tae-yong dikenal mau terjun langsung ke sepak bola akar rumput, memantau pertandingan Liga 1 dari stadion ke stadion, dan tinggal lama di Indonesia. Pemerintah Republik Indonesia bahkan sempat memberikannya visa emas berkat bakti Shin pada sepak bola negeri ini.
"Belum ada undangan (rapat Exco PSSI)," kata manajer Sumardji merespons kapan rapat pergantian pelatih, malam tadi. Introspeksi usai penunjukan Kluivert yang gagal total, PSSI tidak boleh lagi salah dalam mencari pelatih asing.
Komentar
Kirim Komentar