Pemain Tua Jadi Andalan Bulu Tangkis Indonesia di BWF World Tour

Pemain Tua Jadi Andalan Bulu Tangkis Indonesia di BWF World Tour

Kabar lapangan tengah menjadi sorotan hari ini. Terkait Pemain Tua Jadi Andalan Bulu Tangkis Indonesia di BWF World Tour, para suporter tentu sudah menanti kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pencapaian Bulu Tangkis Indonesia di BWF World Tour 2025

Bulu tangkis Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam berbagai level turnamen sepanjang tahun ini. Dengan kemenangan Jonatan Christie di final Denmark Terbuka 2025, pemain Indonesia semakin memperkuat posisi mereka dalam daftar peraih gelar terbanyak di BWF World Tour. Hal ini menandai bahwa bulu tangkis Indonesia mulai melengkapi gelar di semua tingkat turnamen, mulai dari Super 300 hingga Super 750.

Meski performa tidak selalu konsisten seperti beberapa tahun sebelumnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa kekuatan pemain senior masih tetap terjaga. Jonatan Christie, yang mengalami naik-turun dalam performa tahun ini, berhasil meraih gelar kedua setelah Korea Terbuka 2025. Menurutnya, gelar tersebut bukan hanya sekadar juara, tetapi juga hasil dari usaha untuk memulihkan kondisi tubuhnya.

"Ada beberapa masalah di badan saya, yang pelan-pelan saya harus kembalikan kondisinya dulu. Balikkin sakit-sakitnya dulu dan sampai akhirnya hasilnya bisa mengikuti di dua pertandingan belakang ini," ujar Jonatan Christie.

Dengan prestasi yang diraih, Indonesia masuk dalam lima besar negara dengan gelar paling banyak dan lengkap dalam rangkaian turnamen BWF tahun ini. Tercatat, Cina mendominasi dengan 34 trofi, diikuti oleh Korea Selatan dengan 22 gelar, dan Jepang dengan 11 gelar.

Konsistensi Pemain Pelapis Masih Perlu Ditingkatkan

Menurut pengamat bulu tangkis Putra Permata Tegar Idaman Lestari, pemain pelapis seperti Alwi Farhan dan Jafar Hidayatullah-Felisha Nathaniel Pasaribu masih belum konsisten. Di Denmark, mereka gagal tampil maksimal dan kalah di awal pertandingan. Menurut Putra, hal ini disebabkan oleh fakta bahwa mereka sering bertemu unggulan di babak awal.

"Mereka kalah di awal. Artinya mereka belum bisa stabil. Apalagi sekarang lebih sering bermain melawan unggulan di awal. Itu tantangannya, mereka harus naikan rankingnya, biar tak bertemu unggulan di awal. Dengan begitu, setidaknya paling tidak bisa sampai empat besar," ucap Putra.

Sementara itu, dari pelatnas, Fajar Alfian-Moh Shohibul Fikri menunjukkan peningkatan yang signifikan. Awalnya hanya sebagai rencana iseng-iseng, kini mereka mampu mencapai perempat final di Kejuaraan Dunia di Jepang Terbuka, serta semifinal dan dua kali final di beberapa turnamen terakhir.

"Setelah di coba setelah Kejuaraan Dunia di Jepang Terbuka hasilnya langsung lumayan perempat final dan di beberapa turnamen terakhir hasilnya semifinal dan dua kali final. Jadi secara keseluruhan lumayan bagus, walaupun yang juara di luar Pelatnas. Bisa dikatakan lumayan," ujar dia.

Persiapan Menuju Prancis Terbuka 2025

Setelah euforia di Denmark, para pemain Indonesia kini bersiap menghadapi Prancis Terbuka 2025 yang akan digelar pada 21–26 Oktober di Glaz Arena, Prancis. Turnamen level Super 750 ini menjadi ujian berat bagi 15 wakil Merah Putih yang akan tampil.

Jonatan Christie kembali menjadi tumpuan utama. Ia akan berhadapan dengan Kenta Nishimoto (Jepang) di babak pertama. Sementara itu, Anthony Sinisuka Ginting akan memulai langkahnya melawan Lee Cheuk Yiu (Hong Kong), sedangkan Alwi Farhan menghadapi lawan tangguh tuan rumah, Alex Lanier, rival lamanya sejak level junior.

Salah satu sektor lain yang menjadi tumpuan adalah ganda putra. Wakil Indonesia dihadapkan pada undian berat. Fajar Alfian-Muhammad Shohibul Fikri, yang dua kali beruntun menjadi finalis di Korea dan Denmark, akan berjumpa Huang Di-Liu Yang asal Cina di laga pembuka. Muhammad Rian Ardianto-Rahmat Hidayat kembali akan menantang Satwiksairaj Rankireddy-Chirag Shetty dari India. Leo Rolly Carnando-Bagas Maulana ditantang unggulan kedua Aaron Chia-Soh Wooi Yik (Malaysia).

Kesimpulan: Jangan lewatkan aksi atlet/tim kebanggaan Anda. Simak terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar